Jumat, 30 Oktober 2020

Terpedaya

 Terpedaya

Kala cinta itu menggoda

Kuterjebak alunan merdunya

Terbuai dalam tarian asmara

Tersesat di relung asa


Ku taksanggup menolak rasa

Rasa yang amat mempesona

Ku taksadar ini adalah dosa

Nilainya dua berganda


Lalu kulihat nyata

Dia memang begitu mudah berbagi

Dalam mengisi kerisaun hati

Ku inggat jika terbuai mimpi


Bangunan lah diriku

Kembalilah ke alam sadarku

Tinggalkan dirinya

Biarlah hidup mendua di dalam dua


Selasa, 24 Desember 2019

Si Dia

Aku pikir kao telah berpaling
Namun kao hadir kembali
Dengan sapaan yang sama
Memanja mempesona diriku

Lalu datanglah si dia
Ya dia yang selalu mengejarmu
Dan kao seperti membalasnya
Bagai pasangan yang luar biasa

Dan anehnya kao masih juga menyapaku
Walao kao dekat dengannya
Aku tak mengerti arti semua ini
Ingin aku tak peduli padamu lagi

Mungkin ada dusta didirimu
Sungguh aku tak tau apa maksudmu
Apakah kao akan merobek hatiku
Hanya sekedar permainkan perasaanku?

Karena selalu ada dia yang tak suka
Jika ku dekat denganmu
Selalu berusaha jauhkan aku dari mu
Yah biar saja harusnya ku takpeduli

Senin, 09 Desember 2019

Gejolak Rasa

Malam semakin larut
Bias siang hilang berganti
Aku kembali dalam dermaga
Merubah peran untuk semua hati

Demikian dirimu harus begitu
Biar tak ada yang terluka
Esok bila sempat datang lagi
Dalam nyanyian gelora hati

Sungguh mimpikanmu pun ku tak berani
Tak ingin ada hati yang terlukai
Ini bukan sebuah kepantasan
Tapi gejolak rasa dan ketulusan

Tidakah kao rasa apa yang ku rasa
Sama sama tahu dalam berdewasa
Cukup dalam indahnya do'a
Aku menyebutmu kao menyebut ku


Minggu, 08 Desember 2019

Dirimu

Elok Paras Cantikmu
Seakan memautku teramat dalam
Tak mau lepas dari pikiranku
Inginku selalu bersamamu

Yang ku tau inilah cinta
Untukmulah segala rasa
Lama sudah ku pendam di jiwa
Indah merona dalam sukma

Anngun takterkira
Nan syahdu seindah nada
Tersirat dalam lagu
Irama ceria menggoda.

Kamis, 05 Desember 2019

Nyatanya Cinta

Waktu ku mengenalnya rasanya biasa namun kian hari rasa ini serasa berubah dari yang biasa saja menjadi hal yang di luar nalar.
Aku pun sadar betul bila diriku dan dirinya takmungkin bersatu walau ku dan dia tau namun perasaan tak bisa di bohongi.
Yah sepayah apapun aku berusaha takmungkin akan terjaba. Biar dan biarkan saja rasa ini aku simpan dalam do'a siapa tau kita bisa bersatu di kehidupan yang selanjutnya.
Kini kusadar ternyata cinta yang abadi hanya milik Tuhan pada hambanya, dan sebaliknya cinta hamba yang taat pada Tuhannya.
Mungkin ini lah suratan takdirku yang mencinta taktepat pada waktunya ,cukup cukup lah dia tau bilaku mengaguminya ,mencintainya namun hanya dalam batasan yang sewajarnya itu sudah cukup bagiku biar takterjerembab dalam lubang dosa.
Tuhan maafkanlah diriku yang tak bisa memendam rasa ini dan akhirnya dituangkan dalam goresan pena.